Sabtu, 09 Oktober 2021

Salam untuk Rekan-Rekanku Seperjuangan Sertifikasi Bidang Akuntansi!

Halo rekan-rekan. Sudah lama tidak mengisi tulisan di blog lagi. Kali ini ingin sharing bahwa saya sedang persiapan untuk mengambil ujian sertifikasi CPMA (Certified Professional Management Accountant) dari Institut Akuntan Manajemen Indonesia (IAMI). Rencananya saya akan mengambil ujian di bulan November 2021 ini.

InshaAllah saya akan membagikan juga pengalaman mengikuti ujian ini. Jadi nantikan ya, rekan-rekan yang tertarik sertifikasi ini. Sampai jumpa!

Oiya, mohon doanya juga semoga sertifikasinya lancar. Aamiin.

Senin, 22 Juni 2020

Jadi Lulusan Terbaik Ujian Sertifikasi CA?

Mohon maaf saya menjanjikan menceritakan pengalaman ini sejak lama, tapi baru sempat saya publikasikan karena kesibukan di tahun kedua bekerja. Semoga tetap bermanfaat.

Ujian sertifikasi CA dan informasi kelulusannya sudah diumumkan pada September 2019. Namun tanpa terduga, pada 3 Desember 2019 saya menerima undangan untuk menerima penghargaan IAI dalam rangkaian acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) IAI ke-62, yaitu pada Seminar Nasional.

Sepertinya kejutan indah di akhir tahun 2019 tersebut adalah berkat doa-doa dari rekan-rekan yang sudah sempat membaca artikel-artikel di blog saya sebelumnya. Terima kasih ya rekan-rekan. Semoga rekan-rekan yang sedang berjuang di ujian sertifikasi Chartered Accountant atau sertifikasi lainnya bisa diberikan kelancaran dan kelulusan. Aamiin.

Penyerahan penghargaan oleh Prof. Moermahadi Surya Djanegara
(Ex Ketua BPK RI dan Ketua Dewan Penasihat DPN IAI)

Selasa, 17 September 2019

Ujian CA (Chartered Accountant): Yay Finally Completed!

Sepanjang saya mengikuti ujian CA, saya merasakan gradasi kesulitan soal di setiap mata ujian yang saya ambil. Tidak heran karena saya memang mengambil mata ujian dari yang tergolong mudah dan sesuai konsentrasi saya, baru kemudian mengambil mata ujian yang menurut saya sulit dan tidak sesuai konsentrasi saya. Saya mengambil mata ujian dari mulai yang awalnya langsung tiga mata ujian di satu periode ujian, kemudian menjadi satu mata ujian per periode ujian. Hehehe. FYI, saya masih mengikuti kurikulum lama, sebelum ada mata ujian Audit dan Assurans, karena saya memulai ujian pada awal 2018. Sejauh ini urutan ujian yang saya ambil adalah sebagai berikut ini. Sebagai catatan, ini adalah versi saya yang memang tidak bisa mengambil sekaligus, baik karena waktu maupun biaya. Akan lain ceritanya jika teman-teman punya waktu yang cukup dan coverage yang memadai untuk mengikuti sekaligus seluruh mata ujian di satu periode.

Daftar urutan pengambilan ujian CA versi saya

Minggu, 09 Desember 2018

APMAA Conference 2018: Pengalaman Ikut Serta Konferensi Internasional di Negeri Sakura


Konferensi internasional menjadi acara yang banyak dicari dan dikejar oleh para akademisi atau praktisi. Memang tidak mengherankan, karena acara ini menjadi sumber informasi dan inspirasi bagi mereka yang meneliti dan melakukan praktik. Di acara ini juga orang-orang dapat membangun jaringan internasional untuk bekerja sama maupun menghasilkan karya yang lebih besar. Nah, hal-hal ini juga menjadi alasan saya untuk mengikuti konferensi internasional.
APMAA Logo (sumber: Web APMAA Asia)

Pada 2014 lalu, saya pernah mengikuti konferensi internasional yang diselenggarakan oleh STIE Perbanas Surabaya bekerja sama dengan Sripatum University Thailand, yaitu 3rd International Conference on Business and Banking yang diselenggarakan di Pattaya Thailand. Itu adalah kali pertama saya tahu apa dan bagaimana konferensi itu diselenggarakan. Dengan paper yang masih sangat sederhana dan keberuntungan yang banyak, saya mendapatkan kesempatan saat itu untuk memperoleh pengalaman presentasi. Pengalaman kedua saya adalah International Conference on Accounting, Management, Economics, and Social Sciences (ICAMESS) 2016 yang diselenggarakan oleh Universitas Singaperbangsa Karawang di Jakarta. Di kesempatan tersebut, saya mempresentasikan skripsi saya. Semenjak awal kuliah, saya sangat ingin untuk ikut konferensi dengan kualitas paper yang (harapan saya) sedikit banyak ada peningkatan.

Selasa, 18 September 2018

SNA XXI Samarinda 2018: The Unforgettable Experience

Sesuai janji saya kepada beberapa orang, saya akan bercerita tentang pengalaman mengikuti salah satu acara tahunan bergengsi untuk masyarakat Akuntansi di Indonesia. Tidak lain dan tidak bukan adalah Simposium Nasional Akuntansi (SNA). Mumpung masih ‘anget’ karena kurang lebih baru dua minggu yang lalu saya pulang dari kegiatan ini.
Logo SNA XXI (sumber: Web SNA XXI)
SNA bagi kalangan akademisi tentu sudah bukan even yang asing. Acara ini diselenggarakan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan menjadi program terbesar untuk Kompartemen Akuntan Pendidik (KAPd). Sejujurnya saya sudah sangat sering mendengar program ini semenjak saya berada di bangku S1. Namun dorongan dan niat untuk ikut serta baru terbentuk dengan sebenar-benarnya pada saat S2 ini. Lebih tepatnya, saya telah ikut ambil bagian dalam SNA XXI (karena tulisan nomornya romawi, kadang sering saya baca “SNA eks-eks-wan” 😂efek hobi nonton) yang diselenggarakan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulawarman Samarinda pada 5-7 September 2018. Tema yang diusung dalam SNA kali ini adalah “Peran Akuntan Pendidik dengan Semangat Ruhui Rahayu Memacu Pembangunan Ekosistem Indonesia yang Berkelanjutan” yang sesuai dengan semboyan masyarakat Kalimantan Timur. Ruhui rahayu berarti cita-cita untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur (sumber: wikiquote).

Kenapa Harus Ikut SNA?
Bercerita mulai dari awal, saya menerima informasi terkait acara ini adalah pada awal Maret, tepatnya dari chat grup dan kemudian menerima informasi lengkapnya dari broadcast prodi melalui email. Tentunya itu bukan titik awal dimulainya rencana mengikuti acara ini, melainkan sudah saya siapkan diri saya dari setahun sebelumnya. Dengan kata lain, saya sudah menanti-nantikan acara ini. Memangnya apa sih yang dicari?

Kamis, 19 Juli 2018

Ujian CA (Chartered Accountant): Lanjutan Pengalaman dan Tips Ujian Hitungan

Setelah sharing pengalaman pertama kali mengikuti ujian CA, di kesempatan ini saya akan melanjutkan sharing lagi, yakni tentang pengalaman mengerjakan ujian hitungan: Akuntansi Manajemen Lanjutan dan Pelaporan Korporat. Tapi sebelumnya saya ingin berterima kasih kepada pembaca artikel CA saya yang ternyata cukup banyak dan sangat antusias untuk mengikuti ujian yang satu ini. Bagaimana pun, jangan mau terintimidasi kata 'sulit' ya, karena ada banyak orang yang mau berbagi pengalamannya untuk membantu teman-teman mulai dari yang paling kecil.

Untuk teman-teman yang belum membaca artikel saya yang bagian satu, silakan membacanya di link berikut: Ujian CA (Chartered Accountant) Mudah atau Susah?: Pengalaman dan Tips Sukses.

Syarat administratif dan tata cara pendaftaran untuk mata ujian ini sama seperti yang telah saya sampaikan di artikel pertama, sehingga tidak perlu saya jelaskan kembali.

Jargon CA (sumber: Web CA IAI)
Satu dari empat mata ujian hitungan yang saya pilih pertama kali adalah Akuntansi Manajemen Lanjutan. Saya mengambil mata ujian ini pada ujian periode II yang dilaksanakan 17-20 April 2018 lalu. Mengapa saya memilih mata ujian yang berbuntut kata "lanjutan" ini? Bukannya menyeramkan?

Sabtu, 05 Mei 2018

Lanjut S2 atau Bekerja? 6 Hal yang Wajib Dipertimbangkan

Pada saat menulis ini, saya akan memasuki semester 3 pendidikan master, jadi bisa dibilang sudah banyak menikmati asam manisnya studi di jenjang ini. Jurusan yang saya tekuni masih tetap Akuntansi, sama seperti selama 7 tahun yang telah berlalu. Setahun setelah lulus S1, tepatnya pada tahun 2016 lalu, saya mendaftar di Magister Sains Akuntansi Universitas Gadjah Mada dengan didanai beasiswa LPDP. Buat pengalaman lengkapnya ikut beasiswa ini, teman-teman bisa cek di post-post sebelumnya.

Mengapa saya melanjutkan S2? Karena saya ingin menjadi dosen. Seperti yang kita ketahui bahwa salah satu syarat menjadi dosen saat ini adalah pendidikan minimal S2. Tapi di samping itu, keputusan untuk menjalani pendidikan yang lebih seru ini juga karena saya ingin tahu lebih banyak tentang Akuntansi.

Sumber: http://conejovalleytutor.com
Sekarang ini, sudah tidak terhitung berapa jumlah pemuda di Indonesia yang menempuh pendidikan master, baik karena ingin menjadi dosen seperti saya, maupun karena kebutuhan pekerjaan yang sudah dijalani. Tidak dapat dipungkiri, memang terjadi peningkatan kualifikasi di beberapa jenis pekerjaan sehingga menuntut seseorang untuk menempuh studi master.

Bagi teman-teman yang akan atau baru saja menjadi fresh graduate, mungkin sebagian akan merasa dipusingkan dengan apakah sebaiknya langsung bekerja atau melanjutkan studi ke tingkat master. Sepertinya tidak hanya yang fresh graduate, yang saat ini sedang bekerja pun, pertimbangan ini mungkin juga muncul meskipun hanya sekilas. Saya yakin, kadang keinginan untuk bekerja juga dibarengi dengan keinginan untuk studi. Tapi apakah sebenarnya urgensi dari menempuh studi master?

Okay, let me share my idea.